Fans Beratku Dari Awal Bertemu.........
Tak ku duga semua terbukti!!!
Kaulah idolaku ... cie ... cie ...
“Risma ... risma kamu tau g cowo itu!!”
“Mana lo ...?”
“Itu yang pakek baju hitam!”
“Dapa emange Tan?”
“Ku ngefans, sumph, beneran ku ngefans.”
Risma yang tak plong dengan sifat Tanti. Ngefans pada pandangan pertama. Tanti memang sensitif, melihat cowo, kiranya srek dengan harapannya. Bukan cinta tapi idola. Tanti sulit dipahami kehendaknya. Tiba di rumah Tanti menulis diary tentang pertemuannya dengan sang idola. Anehnya dia belum mengetahui nama cowo yang memakai baju hitam itu.
Selasa, 12 -3 – 2008
Hari ini ku senang, bahagia, just be happy.
Aku ngefans ma cowo itu. Rambutnya indah, senyumnya manis.
Imoet. Oh sang idolaku!!! I miss you
Setiap pulang sekolah Tanti selalu memperhatikan dari jauh idolanya. Risma yang heran melihat kelakukan Tanti, sampek segitunya. Idolanya itu 1 desa dengan Risma. Tanti meminta Risma untuk menanyakan namanya dan no. Hpnya. Risma pun tak bisa menolak karena paksaan Tanti yang terlalu ngefans dengan cowo itu.
“Assalamu’alaikum.”
“Waalaikumsalam oh ... Risma mari masuk! Ita masih mandi kamu tunggu!”
“Ya ... Bu.”
Risma menanti Ita mandi untuk tes dan Risma datang lebih awal untuk mencatat pelajaran kemarin, karena Risma tidak masuk. Ita meminjami catatannya. 1 hari dia tidak masuk, ada murid baru, namanya Alex. Alex 1 desa dengan Risma dan Ita. Tetapi Risma tidak mengenalnya karena rumah Risma bagian utara, sedangkan Ita teman Alex waktu SD di sebelah selatan.
“Ta ... tuch to yang namane Alex?”
“Ya ... benar da pa? Kamu naksir yew!”
“Bukan ku yang naksir, tapi temenku.”
“Boleh gak aku minta no hpne.”
Risma bahagia karena dapat membantu Tanti. Dengan begini Risma dapat mengetahui identits Alex. Alex mengajak kenalan Risma. Alex sekolah di SMA1 Kauman dan Risma di SMA 1 Gondang. Alex dan Risma layaknya teman lama, saling bercerita dan bertukar pengalaman di sekolahnya masing – masing. Rism tak berani bicara masalah kalau Tanti ngefans sama dia. Karena belum waktunya, terlalu cepat. Alex tanya no HP Risma. Mereka saling bertukar no HP tanpa harus tanya teman lainnya.
Pulang les Risma pulang ke arah utara sendirian. Di depan SD dia dipanggil oleh Mbak Anis untuk latihan voly untuk lomba bulan depan. Risma tak mengetahuinya, dia bingung dan terpaksa mengikuti latihan demi desa.
Jam 17.00 latihan diakhiri dengan penuh keringat, semangat, dan capek. Tapi Risma bergegas pulang karena belum sholat ashar. Alex mencuci motornya di depan rumahnya bersama adiknya. Tanti yang melihatnya menambah penasarannya kepada Alex. Tanti yang waktu itu baru pulang dari sekolah karena mengikuti ekstra basket. Tanti mampur ke rumah Risma untuk menanyakan sang idola dan meminjam buku Kimia.
“Assalamu’alaikum ... thok ... thok ...thok.”
“Waalaikumsalam ... oh Tati yok masuk.”
“Gimana Ris ... dah dapet infonya.”
“Pech ... Mantap Tan ... dia temenku les, dia murid baru, namanya Alex.”
“He ... ho’oh yew... beneran gak bohong.”
“Bener ku gak bohong ni lo no hpnya!”
Tanti senang tak terkendalikan. Sampek di rumah Tanti lupa kalau tidak meminjam buku Kimia. Saking senangnya dia tidak belajar malam itu. Langsung saja Tanti sms Alex dan mengajak kenalan.
“Met malem ... cry ganggu, boleh gak aku kenal ma kamu? Namaku Tanti nak SMAGA.”
“Malam juga ... gak pa-pa dapat no ni dari cp?”
“Dari Risma teman kamu. Jujur yow ku ngefan’s berat ma kamu!”
Alex merasa tersanjung dan bingung. Kapan Alex bertemu dengan Tanti. Malam itu Alex telfon Risma menanyakan tentang Tanti pa benar dia temannya.
“Assalamu’alaikum.”
“Halo ... Waalaikumsalam dapa Lex?”
“Cry ganggu, ku mau tanya bener Tanti temen kamu? Perasaan ku gak pernah ketemu dia.”
“Memang ... dia lihat kamu sedang cuci motor di depan rumahmu. Sejak liat kamu dia ngefan’s ma kamu.”
“Ow ... gitu.”
“Memang dia sms kamu.”
“Udah ... dia jujur langsung ngaku, polos banget yow?”
“Yow ... dia emang polos.”
“Ku pengen ketemu dengannya, pengen kenal ma Tanti, besok gimana?”
“Yow thank’s assalamu’alaikum mak Risma.”
“Waalaikumsalam.”
Tanti yang senang mendangar kabar dari Risma. Dia menyetujuinya, untuk ketemuan dengan Alex. Tanti menentukan tempatnya di stadion Basket Redjo Agung besok, jam 15.00 WIB. Alex menyetujuinya dan janji harus ditepati. Target pertama Tanti akan dicapai yaitu KENALAN. Tanti menjadi GISAT alias Gila Sesaat gara – gara sang idola. Tumben dia suka makan dan sibuk membantu kedua orang tua. Hari ini pertandingan Basket SMAGA melawan SMAKA. Tanti siap untuk mengalahkan bocah SMAKA dengan jurus – jurus dan aksi handalnya. Tim SMAGA dipimpin oleh kak Fitri dan SMAKA berhubung tim cwe tidak datang jadi tim diganti cowo dipimpin oleh Alex.
Tanti tersentak kaget tak bergumim. Melihat lawannya adalah sang idolanya sendiri. Alex tak mengenali Tanti. Alex memulai suit. Yang berkesempatan memperoleh bola adalah SMAGA. Tanpa ragu dan malu Tanti melakukan aksinya. Toh Alex belum mengetahui siapa Tanti. Pertandingan berlangsung menegangkan skor 0 -4. yang dipimpin oleh SMAGA, Tanti yang memasukkan 2 goal ke dalam range. Waktu habis, istirahat dan dilanjutkan 5 menit lagi. Waktu habis, istirahat dan dilanjutkan 5 menit lagi. Alex ketua dari SMAKA tak mau kalah dengan anak cewe SMAGA.
Di pertandingan round ke- 2 terjadi perseteruan. Tanti terjatuh dijegal oleh Alex, Alex tak sengaja dan melihat Tanti dihadapannya. Pertandingan ditunda 5 menit. Tanti yang keseleo, dengan cepat Alex meluruskan otot kakinya. Tanti merasa agak enakan. Bunyi peluit dibunyikan, pertandingan dimulai dan dilanjutkan. Tanti berhasil mencetak 2 poin untuk 1 x masuk. Alec melihatnya merasa iri dan salut. Alex pun tak mau kalah timnya berhasil mencetak 2 poin pada menit ke-3. pertandingan selesai peluit ditiupkan, dengan skor 1 – 6 dimenangkan Tim SMAGA. Tanti merasa senang bisa mengalahkan Alex. Padahal dia adalah idolanya yang besok akan ketemuan. Tanti pulang dengan hati lega meskipun kakinya masih sakit.
“Kak makan dulu! Ibu dah masak enak banget.”
“Bentar de, tak mandi dulu, Adek duluan aja!”
“Ku nunggu kak Alex aja.”
“Yo wes tungguin yo, bentar kok.”
Alex berdandan rapi dan memakai wewangian. Persiapan untuk menemui Tanti. Tanti identik memakai topi. Jadidia berpenampilan simple yang penting enjoy. Tanti tiba duluan di lapangan Basket sambil bermain. Di belakangnya bola direbut lex secara tiba – tiba.
“Eh ... kamu anak SMAGA, gimana dah sembuh kakinya.”
“Udah mendingan kok.”
“Kenalin namaku Alex,”
“Aku Tanti.”
“Oh ... Tanti nak SMAGA tu jadi kamu tow, jago juga kamu maen Basket.”
“Makasih .. biasa ja lagi. Ku ngefans lo ma kamu, boleh gak aku jadi teman kamu?”
“Pasti ok friend salam kenal dan pertemanan.”
“Cipps.”
Alex terjatuh dan tak menyangka kalau Tanti anak yang jago basket. Dia sempat malau karena lawan cewe kalah, namanya juga pertandingan, pasti ada yang kalah dan ada yang menang. Alex minta maaf pada Tanti masalah tak sengaja menjegal kakinya. Alex ingin mentraktir Tanti, tetapi dia meolak alasannya sudah kenyang. Sebaliknya Tanti meminta foto berdua dengan Alex dan foto Alex saat memasukkan bola ke dalam range. Alex menyanggupinya demi kesenangan Tanti.
Target ke-2 Tanti sudah terwujud menjadi TEMAN Alex. Dia memasang moment penting di dalam buku diary. Dan fotonya dihias sebagus mungkin. Keesokan harinya setelah pulang basket, Tanti mampir ke rumah Risma, untuk mengetik, menghias dan mengeprint fotonya dengan Alex. Risma sangat senang sekali membantu Tanti untuk kesenangannya. Dengan sedikit sentuhan anime – anime basket menjadi lebih menarik.
Sabtu, 21 Maret 2008
Yes ... yes cihuii targetku tertembak.
1 pertemuan 2 target kutembak
TEMAN & DAPAT FOTONYA
So sweet ... happy ... happy ...
Alex my idolaku maukah kau jadi sahabatku?
Kau adalah fan’s beratku
“Cre Tan ... lg npa? Hari ni apa ada pertandingan basket antara skul u dengan smuked? Qm pasti ikut tow?”
“Cre juga ni mau siap – siap berangkat doain yow moga ku menang!”
“Ku gak hanya doain, ku kan sporteri kamu!”
Tanti tak menyangka Alex menyemangatinya. Dan rela datang untuk mendatangnya. Memang Alex orangnya baik, berwibawa, dan bertanggung jawab. Pertandingan berlangsung menegangkan round 1 dimenangkan smuked dengan nilai 6 – 4. SMAGA tak mau kalah, sorakan semangat Alex membakar semangat Tanti untuk memenangkan pertandingan ini. Round 2 dimulai Tanti mendapatkan bola pertama, langsung mengoper kesana – kemari lalu mencetak goal. 5 menit berlalu dan pertandingan dimenangkan SMAGA dengan total skor 22 – 16. alex yang bengga melihat aksi Tanti membuatnya ingin kenal lebih jauh tentang Tanti.
“SMAGA ... SMAGA ... CAYO – CAYO – CAYO – CAYO BOGOTA ... BOGOTA ... BOGOTA HU ... Basket ... Yuuuk ...!!!”
“Hore ... hore ... iya ... ya ... kya ... hu ... hu ... BOGOTA ... BOGOTA ... CAYO ... CAYO ... CAYO ... Yess!”
Alex yang berbagi pengalaman dengan Tanti dari masalah sekolah sampek Basket OR kesukaannya. Dari strategi awal sampai menipu lawan. Sejak OR Basket sang idola, Tanti mulai merasa banyak pengalaman dari Alex. Alex yang sering curhat masalah keluarganya dia merasa iri dengan keluarga Tanti yang tentram. Mendengar curahan hati Alex tentang sifat ayahnya terhadap dia maupun ibunya, membuat Tanti melinangkan air mata. Tanti berusaha membantu menghibur dan mengasih saran pada Alex.
Pertemanan terjalin sampai berbulan – bulan dengan lancar dan penuhkesetiaan. Sampek suatu hari Alex menawari Tanti menjadi sahabatnya dalam keadaan susah maupun duka. Tanti menerimanya dengan ikhlas. Target Tanti yang ke-4 akhirnya tepat sasaran menjadi SAHABAT sang Idola. Alex yang pada hari itu berulang tahun menjadi hadiah yang paling indah dan berkesan.
By : Ria Andriani
Leondri17@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
matursuwun...
Sugeng Comment